
“is the most amazing game in the world”
Kenapa gue ngomong gitu??
Coz di kelas gue permainan ini sangat membumi. Mau cewe atau cowo semua bisa main. Dimana pun dan kapan pun game satu ini siap dimainkan!!
sampai sampai pas gue ma temen temen gue mo nonton film kambing jantan di BSM, kita masih sempet sempetnya maenin game ini di suatu sudut pertokoan BSM. Yah, walaupun agak ga konsen gara gara takut ketauan security…hehe…
Gimana sejarahnya permainan ini sampai menyebar di kelas H??
gini nih ceritanya…
Ajaran permainan ini dibawa oleh pengembara asal inhoftank dan pelindung hewan bernama Mr. Chepitank (Cepi) dan Mr. Kumiz (Ahmad Rifki). Lalu mereka mengajak (lebih tepatnya ikut sendiri) hampir semua anak di kelas, mau itu cewe atau cowo.
Ajaran ini terus berkembang hingga hampir 70 % dari semua anak di kelas H bisa bermain poker. Dan berkembang luas di kalangan anak2 di kelas yang waktu itu masih duduk di kelas 2. Hingga seperti slogan, “Tiada hari tanpa Cuz cuz”. Cuz cuz adalah kata yang berkembang untuk menamai permainan poker ini. Kata ini diambil dari kata yang sering diucapkan ketika seseorang lewat gilirannya atau “pass” mereka selalu berkata “cuz ah!”.
Ajaran ini sempat terhenti dan menjadi sebuah kasus yang sangat menghebohkan di seluruh wilayah SMK 4 karena anak anak kelas H tertangkap tangan sedang bermain poker di ruangan B2 (sekarang B3). Tak tanggung tanggung, barang bukti yang disita adalah 5 set kartu remi yang sedang dimainkan. Dan aparat yang mengamankan juga tak tanggung tanggung yaitu Mr. Purwanto yang terkenal “sadis” di kalangan anak2 TI. Semua kasus ini terbongkar karena ada oknum anak sekelas juga yang melapor ke guru, well alesannya mungkin karena ga ada temen yg nemenin dia lagi kali (yang merasa tersinggung harap segera bertaubat). Sanksi yang dikenakan hanya disuruh menulis surat perjanjian.
namun perjalanan permainan ini tidak berhenti sampai disini. pada waktu itu, anak2 cewe kelas H yang sudah naik ke kelas 3 tanpa sepengetahuan yang lain masih tetap bermain permainan ini di dalam WC khusus cewe. Namun gara2 oknum adik kelas yang entah apa alasannya, kasus ini kembali terkuak. Bahkan kasus ini di sebut2 dalam upacara bendera hari senin. Otomatis Mr. Purwanto yang memang sudah mengetahui sejarah permainan ini langsung memanggil semua anak perempuan kelas H tanpa terkecuali. Ternyata yang terlibat adalah semua anak perempuan kelas H (kecuali Missa). Dan sanksinya adalah pemanggilan orang tua. Uniknya tidak semua orang tua marah2 tapi ada juga yang meras “biasa aja”.
Setelah itu, kami (alhamdulillah) naik ke kelas 4. Sempat sepi sih, tapi ternyata permainan ini masih dimainkan di sela2 kesibukan membuat tugas. Apalagi kalau anak2 cewe sedang menginap di rumah Dilla. Kita bisa maen semalam suntuk. Permainan ini kembali populer diantara anak2 setelah acara tahun baru yang diadakan (dimana lagi kalau bukan) dirumah Dilla. Dan akhirnya permainan ini kembali membumi di kalangan anak2. Dan masih dimainkan dengan sembunyi2. Tapi sekarang kembali ke konsep awal, dimanapun dan kapanpun tetep poker. hehe…
yah itulah sedikit (??) sejarah tentang perjalanan poker dan anak kelas H. Semoga hal ini bisa menjadi ikatan diantara seluruh anak di kelas. Dan dapat dikenang sampai kapan pun. Dan harapan kami tetep… Poker di legalkan di smk 4, karena kata Bang Rhoma Irama itu tidak termasuk Judi.hehe…
pokoknya
keep playing and don’t give up…
#Ayoo maen lagi… gue dah beli juga 1 set kartu loch…#